Kinerja 2020 Moncer, Investree Salurkan Pinjaman UKM Mencapai Rp 8,3 Triliun

Insurtech PasarPolis Raih Pendanaan Rp70 Miliar dari IFC
Investree procurement.com

SSalah satu sektor yang paling terpukul oleh pandemi tersebut adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena adanya pembatasan aktivitas yang membuatnya tidak dapat beroperasi secara maksimal. Investree melihat peluang ini dengan memberikan akses pembiayaan bagi UKM melalui teknologi informasi.

Hal tersebut diungkapkan Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree, yang menegaskan upaya perseroan untuk membantu UKM Indonesia di tengah pandemi yang menantang. Bagi yang masih awam, Investree merupakan perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk 2 (dua) jenis layanan sekaligus yaitu konvensional dan syariah.

“Kami tidak pernah berhenti memberikan dukungan akses pembiayaan kepada UKM di tanah air. Hingga Desember 2020, total fasilitas pinjaman yang diberikan Investree mencapai Rp 8,3 triliun,” kata Adrian.

Baca juga:
Berikut Cara Menghindari dan Melaporkan Kerugian Akibat Fintech Ilegal
Inilah 5 Isu Penting Industri Fintech Indonesia di Tahun 2021

Kinerja Investree di tahun 2020

Adrian Gunadi Investree
Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree,

Investree mengaku bisa menjaga kinerja pinjaman dengan sangat baik. Pada tahun 2020, perseroan mencatatkan TKB90 sebesar 98,5% atau sama dengan NPL (non performing loan) 1,5%. TKB90 merupakan ukuran tingkat keberhasilan penyedia P2P lending dalam memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam meminjam dalam jangka waktu hingga 90 hari sejak tanggal jatuh tempo.

“Berkat strategi Investree yang solid yaitu fokus pada supply chain financing dan risk maintenance, kami berhasil mempertahankan angka TKB90 di atas rata-rata nasional sebesar 95,22% atau NPL 4,8%,” kata Adrian dalam siaran pers yang diterima oleh Gizmologi di Jakarta. (15/2).

Khusus untuk kredit produktif, fintech startup telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,7 triliun atau meningkat 29% dibandingkan tahun 2019. Angka ini setara dengan 10,5% dari total pembiayaan yang disalurkan di Indonesia.

Baca:  Inilah Paket Lengkap Berlangganan Disney+ Hotstar dari Telkomsel

“Saat ini saldo pinjaman di Investree adalah Rp 835 miliar. Sekitar 15,6% dari total pinjaman nasional. Kedua angka ini menunjukkan bahwa kami masih unggul dari pesaing kami, ”imbuhnya.

Strategi Investree pada tahun 2021

ilustrasi pinjaman keuangan

Bagaimana tahun ini? Diakui Adrian, pada 2021 pihaknya sudah menyiapkan strategi jitu agar bisa berkontribusi lebih bagi UKM Indonesia. Ia berharap strategi yang telah disiapkan pada 2021 dapat menghidupkan kembali UKM Indonesia.

Strategi yang telah kami siapkan untuk tahun 2021 antara lain memperkuat kolaborasi dengan mitra di ekosistem, meningkatkan kapabilitas credit scoring, dan melakukan inovasi dalam proses bisnis, ”ujarnya.

Oleh karena itu, guna memperkuat dukungan finansial bagi UKM agar lebih optimal dan maksimal. Perseroan akan menambah porsi Pemberi Pinjaman Institusional untuk menambah yang sudah ada.

Terkait dukungan finansial melalui Pemberi Pinjaman Institusional ini, Investree juga membantu mendigitalkan ekosistem terkait dengan menghadirkan fitur-fitur pendukung dan bekerja sama dengan platform lain seperti perdagangan elektronik, e-procurement, dan agregator keuangan sehingga jejak digital UKM bisa terlihat.

“Kami membuka pintu kerjasama seluas-luasnya kepada seluruh Calon Pemberi Pinjaman Institusi. Kami yakin dengan bersinergi dengan semakin banyak perusahaan besar, kami dapat membuat semakin banyak UKM membantu, tumbuh, dan berdaya di segala kondisi krisis. Semoga ini juga sejalan dengan cita-cita inklusi keuangan yang ingin kita wujudkan di Indonesia, ”pungkas Adrian.