Qlue Siap Mengubah Fungsi CCTV Makin Preventif dengan Sistem AI

CCTV (photo: Stocksnap/Pixabay)
CCTV (foto: Stocksnap / Pixabay)

KApakah Anda memiliki sistem pengawasan di rumah dengan CCTV? Apapun tipenya, Qlue bisa menambah kecanggihan pada teknologi artificial intelligence (AI).

Hal tersebut diungkapkan Rama Raditya, Founder dan CEO Qlue dalam diskusi "QlueTalk Road to Indonesia Smart Nation", Jumat (28/4/2021). Menurutnya, Qlue mampu mengoptimalkan IP-Camera sehingga sistem pengawasan menjadi lebih akurat, terukur, dan efisien.

Dengan melibatkan teknologi AI, kamera pengintai CCTV tidak hanya merekam gambar, tetapi juga dapat menjadi elemen pencegahan dan analisis. Selain itu, teknologi ini juga mampu memberikan laporan secara real-time untuk semua aspek yang berhubungan dengan keamanan.

Berdasarkan data Qlue, saat ini terdapat sekitar 1 miliar CCTV di seluruh dunia. Hanya saja, sebanyak 99% diklaim tidak memiliki sistem AI, jadi fungsinya hanya untuk merekam.

“Dengan adanya solusi Qlue, segala jenis IP-CCTV dengan merk apapun baik publik maupun privat dapat diupgrade agar fungsinya lebih preventif. Selain itu, hasil analisis dapat segera ditindaklanjuti dan digunakan untuk pembelajaran kedepannya, "kata Rama.

Rama mengklaim, solusi keamanan dari Qlue sangat mudah diterapkan ke berbagai sektor. Ia bahkan mengklaim, penggunaan teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi manajemen hingga 55% dan akuntabilitas kinerja personel di lapangan 300%.

“Perusahaan dari skala kecil hingga besar yang membutuhkan sistem keamanan berbasis teknologi dapat menikmati solusi AI dari Qlue. Cukup dengan mengakses situs QlueUnity, Anda dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda untuk diintegrasikan ke dalam setiap IP-CCTV. Proses instalasinya kurang dari 5 menit, ”pungkasnya.

Kolaborasi Manusia dan Teknologi

Teknologi yang dihadirkan Qlue di atas sepertinya sudah menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan saat ini. Menurut Ketua Umum Asosiasi Jasa Keamanan Indonesia (Abujapi) Agoes Darmawan, potensi kejahatan saat ini cenderung berubah, oleh karena itu pelaku industri jasa keamanan harus beradaptasi dan mendalami aspek teknologi.

Baca:  OnePlus 9, 9 Pro Menerima OxygenOS 11.2.2.2 Dengan Peningkatan Kamera dan Perbaikan Bug

“Saat ini perlu adanya kolaborasi antara manusia dan teknologi, agar klien kita tidak hanya ditawari keamanan dan ketertiban, tapi juga teknologi. Mendidik petugas di bidang itu sangat dibutuhkan, karena dibalik kecanggihan teknologi masih ada manusia yang mengoperasikannya. , "kata Agoes.

Qlue

Senada dengan Agoes, Sanny Suharli, Ketua Umum Asosiasi Industri dan Teknologi Keamanan Indonesia (Atisi) juga mengatakan pemanfaatan teknologi sudah menjadi kebutuhan para pelaku industri jasa keamanan. Apalagi saat ini banyak pengguna jasa yang harus melakukan efisiensi akibat dampak pandemi COVID-19, padahal kebutuhan keamanan tetap menuntut standar yang tinggi.

“Kami sangat senang dengan teknologi yang dihadirkan Qlue. Mau tidak mau jumlah pekerja harus dilengkapi dengan teknologi agar standar keamanan bisa terjaga. Sebelumnya tindakan preventifnya hanya sekitar 10%, dengan teknologi AI pencegahannya. Aspeknya bisa mencapai 60%, ”kata Sanny.