Riset AppsFlyer: Aplikasi Kategori Hiburan & Makanan Jadi Favorit Sepanjang 2020

Riset AppsFlyer: Aplikasi Kategori Hiburan & Makanan Jadi Favorit Sepanjang 2020

TTidak bisa dipungkiri bahwa interaksi kita dengan smartphone terus meningkat, terutama di tahun 2020. Saat terjadi pandemi, cara kita berkomunikasi dengan orang lain tentunya melalui aplikasi yang terpasang di smartphone. Berkaitan dengan hal tersebut, AppsFlyer baru saja merilis laporan terkait pemasangan aplikasi mobile di Indonesia sepanjang tahun 2020.

Sebagai pemimpin dalam atribusi periklanan, minggu lalu (15/12) AppsFlyer merilis Laporan Pemasaran Aplikasi Indonesia edisi 2020. Laporan tersebut memberikan informasi yang diperoleh dari Januari hingga September 2020, memberikan beberapa temuan utama yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam nilai ekonomi aplikasi seluler. Terutama dalam hal penginstalan, pengeluaran dalam aplikasi, retensi pengguna, dan pemasaran.

AppsFlyer juga menyebutkan bahwa banyak orang Indonesia yang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bergantung pada aplikasi seluler untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ada 813 juta penginstalan yang tercatat selama periode di atas, termasuk 16 miliar sesi pembukaan aplikasi, dan 460 juta konversi dari proses pemasaran ulang.

Baca juga: Kampanye Jadi Aplikasi Dampak Positif Terbaik Versi Google 2020

Aplikasi Keuangan Juga Menjadi Populer Selama Pandemi

Ronen Mense, Presiden dan Direktur Pelaksana APAC, AppsFlyer.
Ronen Mense, Presiden dan Direktur Pelaksana APAC, AppsFlyer.

Studi tersebut juga mencakup setidaknya 2.250 aplikasi dengan tingkat 1.000 penginstalan non-organik (NOI) per bulan. “Peningkatan yang signifikan dalam pemasangan aplikasi seluler tahun ini telah menunjukkan kekuatan dan kematangan lanskap perdagangan seluler di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan digitalisasi tercepat di dunia,” kata Presiden dan Direktur Pelaksana APAC, AppsFlyer, Ronen Mense.

Sepanjang tahun 2020, aplikasi dengan penginstalan non-organik di hampir semua kategori aplikasi utama meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kategori Hiburan dan Makanan & Minuman menjadi favorit dengan kenaikan masing-masing 340% dan 180%. Sedangkan untuk instalasi aplikasi organik terdapat aplikasi pada kategori Keuangan (+ 241%), Hiburan (+ 72%), Pendidikan (+ 33%) dan Belanja (+ 29%) yang mengalami pertumbuhan.

Jumlah peningkatan penginstalan aplikasi ini umumnya mencapai puncaknya pada Maret, tepatnya sebelum status darurat pandemi pada 31 Maret 2020. Menurut Mense, pengembang dan pemasar aplikasi juga harus berjuang keras menghadapi persaingan ketat di pasar aplikasi, mengelola anggaran saat berhadapan dengan penipu.

Baca:  Harga & Spesifikasi Samsung Galaxy C9 Bulan November 2019

Dengan jumlah instal aplikasi yang terus bertambah, laporan dari AppsFlyer juga menunjukkan tingkat retensi yang sedikit lebih rendah, turun sekitar 3% dari 4% tahun lalu. Ini karena konsumen memiliki akses terhadap berbagai pilihan. Jumlah ad fraud juga mengalami peningkatan yang tercermin dari nilai volume fraud per tahun di Indonesia yang diperkirakan telah melebihi USD 150 juta.

Tingkat penipuan iklan tertinggi ada di kategori aplikasi keuangan, pendidikan, makanan & minuman, dan belanja. Khususnya dari bulan April hingga Mei, ketiga jumlah pemasangan aplikasi berada di puncaknya. Kebanyakan dari mereka berasal dari Bot, yang berkontribusi 60% di hampir semua kategori aplikasi.

Ponsel Cerdas Android Mendominasi Penginstalan Aplikasi Seluler

Luthfi Anshari, Manajer Sukses Pelanggan Senior, SEA, AppsFlyer
Luthfi Anshari, Manajer Sukses Pelanggan Senior, SEA, AppsFlyer.

“Persaingan yang semakin ketat juga menekankan pada pentingnya akuisisi pengguna dan insentif pemasaran ulang, karena tingkat retensi yang rendah pada tahun ini. Data kami menunjukkan bahwa upaya pemasaran ulang harus menjadi prioritas utama bagi pemasar untuk mempertahankan pelanggan, karena terbukti efektif dalam meningkatkan retensi pengguna dan nilai umur, ”jelas Senior Customer Success Manager untuk SEA, AppsFlyer, Luthfi Anshari.

Selain berbagai wawasan di atas, laporan terbaru AppsFlyer ini juga menyoroti beberapa fakta menarik terkait dengan pola kebiasaan komunitas mobile di Indonesia. Untuk sistem operasi, smartphone Android menguasai 90,05% pangsa pasar perangkat di Indonesia. Namun, pengguna iOS ditemukan telah menginstal lebih banyak aplikasi di kategori makanan & minuman (38%) dan kesehatan & kebugaran (40%).

Aplikasi buatan lokal berada di posisi kedua dengan tingkat penginstalan 14% dari 500 aplikasi terpopuler. Setengah dari aplikasi berasal dari kategori keuangan, diikuti oleh kategori belanja, perjalanan, hiburan, dan makanan dan minuman. Sedangkan untuk kategori permainan dan belanja cenderung lebih baik di wilayah Jawa Timur. Khusus untuk kategori belanja, performa terbaik ada di wilayah Jawa Tengah.